MENJADI profesor adalah impian semua orang. Terutama bagi para dosen atau akademisi yang setiap harinya mengajar mahasiswa. Namun gelar itu tak bisa semata-mata mendapatkannya. Dibutuhkan kemampuan akademis yang sangat luar biasa untuk meraih gelar tersebut.
Senat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta pada Rabu (9/11/2022) di Amphitarium Kampus Utama UAD, Jl Jenderal Ahmad Yani, Ringroad Selatan, Kragilan, Kalurahan Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, mengukuhkan Prof Dr Suparman, MSi, DEA dan Prof Dr Rully Charitas IP, SSi, MPd sebagai guru besar ke-8 dan ke-9.
Hadir Majelis Diktlitbang PP Muhammadiyah, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY Prof drh Aris Junaidi, PhD, BPH UAD, Prof Dr Ir Dwi Sulisworo, MT (Ketua Senat UAD), Dr Muchlas, MT (Rektor UAD), Drs Parjiman, MAg (Wakil Rektor Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan), Rusydi Umar, ST, MT, PhD (Wakil Rektor Bidang Akademik), Dr Norma Sari, SH, M.Hum (Wakil Rektor Bidang SDM), Utik Bidayati, SE, MM (Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan dan Administrasi Umum), Dr Gatot Sugiharto, SH, MH (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni).
Sidang dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UAD, dilanjutkan pembacaan SK Mendikbudristek RI oleh Dr Farid Setiawan, M.Pd.I (Kabid Seleksi dan Pengembangan Karir Biro Sumber Daya Manusia UAD).
Kemudian dilanjutkan pengukuhan kedua guru besar. Prof Dr Suparman, MSi, DEA di bidang Matematika Terapan dan Prof Dr Rully Charitas IP, SSi, MPd di bidang Pendidikan Matematika. Kedua guru besar menyampaikan pidato pengukuhan sesuai dengan bidang yang ditekuni.
Tidak hanya itu. UAD juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas capaian Prof Dr Rully Charitas IP, SSi, MPd yang berhasil menyandang predikat Guru Besar Bidang Pendidikan Matematika Termuda.
Penyerahan Rekor MURI kepada UAD dan Prof Dr Rully Charitas IP, SSi, MPd dilakukan Andre Purwandono selaku Senior Customer Relations Manager MURI. “Capaian yang didapatkan oleh Rully Charitas bukanlah hal biasa,” kata Andre Purwandono.
Selama ini, MURI belum pernah mencatatkan profesor termuda bidang pendidikan matematika. Tapi rekor itu berhasil dipecahkan Rully Charitas dari UAD. Merupakan yang ke-10.600 dari total seluruh bidang yang diberikan MURI. “Akan tetapi untuk profesor termuda bidang matematika selama ini belum pernah mencatatkan,” ungkap Andre Purwandono.
Menurutnya, kalau doktor termuda bidang tertentu sudah cukup banyak yang masuk MURI. Tapi untuk matematika belum pernah. “Dan kami bangga bisa menemukan di UAD Yogyakarta,” papar Andre Purwandono.
Di usia 35 tahun, Rully telah berhasil meraih jabatan akademik sebagai guru besar. Lebih-lebih di bidang keilmuan yang tidak selalu mudah untuk dipelajari oleh banyak orang.
Diharapkan, penganugerahan itu bisa menjadi motivasi mahasiswa untuk menyukai matematika. Dengan metode yang disampaikan Prof Rully Charitas mampu mengolaborasikan matematika dengan budaya.
Dalam pengukuhan Guru Besar, Suparman menyampaikan pidato berjudul “Penerapan Reversible Jump Markov Chain Monte Carlo pada Pemodelan Bayesian Hirarki Bedimensi Variabel”.
Pada kesempatan itu Suparman berharap, apa yang ditulisnya tersebut mampu berkontribusi pada riset nasional yang berfokus pada teknologi informasi dan komunikasi pada tema riset pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan.
Sedangkan Rully Charitas membawakan pidato pengukuhan guru besar dengan judul “Ethno-Realistic Mathematics Education: Pembelajaran Matematika Realistik Berkonteks Budaya Indonesia”.
Dikatakan Rully, teori Ethno-Realistic Mathematics Education atau E-RME merupakan gabungan dari teori Realistic Mathematics Education dan Ethnomathematics.
Rully pun berharap, dengan penggabungan keduanya, pembelajaran matematika bisa lebih mengeksplorasi siswa dalam upaya memahami konsep matematika sesuai dengan strategi dan level berpikir siswa.
“Selain itu, siswa dapat memiliki nilai-nilai sosio kultural yang dapat diresapi untuk membangun karakter dan etika siswa sebagai pengguna matematika,” jelas Rully.
Rektor UAD, Dr Muchlas, MT, mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh kedua guru besar yang baru dikukuhkan tidak hanya membuktikan bahwa untuk mencapai level keilmuan tersebut tidak hanya membutuhkan karya akademik saja. “Namun juga spirit pantang menyerah, ketekunan dan kesabaran yang tinggi,” kata Muchlas.
Jumlah guru besar di UAD, kata Muchlas, perlu diperbanyak. “Untuk melakukan terobosan-terobosan baru,” kata Muchlas.
Menurutnya, peningkatan kualifikasi dan kenaikan jabatan akademik juga perlu terus jadi perhatian. “Selain karya yang dihasilkan untuk menjadi profesor harus punya spirit yang pantang menyerah,” papar Muchlas.
Sehingga, lanjut Muchlas, jabatan guru besar tidak membuat berhenti untuk menelurkan karya-karya akademik lainnya. “Karya-karya yang dapat bermanfaat bagi pengembangan illmu pengetahuan dan memberikan solusi bagi berbagai permasalahan kemanusiaan,” papar Muchlas.
Rektor UAD merasa bangga atas capaian Prof Dr Rully Charitas IP, SSi, MPd yang dianugerahi predikat sebagai Guru Besar Pendidikan Matematika Termuda oleh MURI.
Muchlas pun berharap kepada kedua guru besar yang dikukuhkan untuk dapat mengawal berbagai riset yang dilakukan UAD. “Agar mampu memberikan impact factor yang tinggi,” tandasnya.
Kata Muchlas, tidak hanya dalam bidang ilmu yang ditekuni. “Namun juga yang berkaitan dengan hajat ummat secara lebih luas,” katanya.
Matematika hanya dipahami dengan angka dan rumus. Pendekatan yang dilakukan kedua guru besar UAD itu sangat menarik. Matematika di Indonesia menjadi salah satu pelajaran yang menakutkan. Biasanya juga diiringi dengan pengajar yang menakutkan.
Kedua guru besar UAD di bidang matematika bisa memudahkan siswa dalam memahami konsep matematika sekaligus membangun karakter serta etika siswa sebagai pengguna matematika.
Ketua Senat UAD berharap, prestasi yang sudah dicapai kedua guru besar dapat memberikan kemanfaatan melalui kolaborasi maupun lainnya. “Saat ini UAD sudah mengajukan tiga calon guru besar, lima akan disidangkan dan tiga lainnya menunggu giliran,” terang Dwi Sulisworo.
Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof drh Aris Junaidi, Ph.D, mengatakan, pengukuhan kedua guru besar merupakan prestasi yang besar bagi UAD.
“Program percepatan kenaikan jabatan guru besar semoga terus diupayakan semaksimal mungkin untuk menambah kuantitas,” kata Aris Junaidi, yang menambahkan LLDIKTI akan berkomitmen akan membantu segala upaya untuk memajukan pendidikan di Yogyakarta. (Fan)
Discussion about this post