SEBANYAK tujuh orang penambang pasir dan supir truk di kali Gendol terjebak di lokasi penambangan Gemilang, Jambu Lama, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Beruntung, semua korban bisa diselamatkan atas bantuan warga dan petugas yang saat itu ada dilokasi.
Kejadian tersebut terjadi pada Rabu 2 Desember kemarin sekira pukul 15:20 WIB. Awalnya, mereka sedang melakukan aktivitas seperti biasa.
Namun, dari puncak gunung Merapi terjadi hujan yang menyebabkan banjir dan mengalir ke aliran kali Gendol
Dari informasi yang dihimpun Redaksi, ketujuh korban adalah Agus operator becko warga Watuadek, Wukirsari, Cangkringan, Irvan sopir truk warga Jambon, Sindumartani, Ngemplak, Dwi sopir truk warga Jambon, Sindumartani, Ngemplak.
Selain itu, korban lain yakni Lamto warga Singlar, Glagaharjo, Cangkringan, Hendrik warga Magelang, Pono warga Batur, Kepuharjo, Cangkringan dan Bagong seorang helper warga Klaten.
Saat dihubungi Kapolsek Cangkringan Kompol Nidia Ratih membenarkan kejadian itu.
“Iya betul kejadiannya kemarin sore saat hujan dari puncak Merapi. Tadi malam semua korban sudah terkondisi. Alhamdulillah korban semuanya selamat,” kata Nidia kepada InilahJogja.com 2 Desember 2021.
Dia menceritakan, sekira pukul 14:00 WIB terjadi hujan di puncak gunung Merapi sehingga menyebabkan terjadinya aliran lahar hujan yang menerjang lokasi yang dijadikan sebagai tempat penambangan pasir itu.
“Lokasi penambangan diterjang aliran air sekira pukul 15:30 WIB. Saat itu sedang terparkir satu truk, kendaraan roda enam dua unit, lima sepeda motor,” jelasnya.
Mengetahui, ada aliran air yang kencang dari atas penambang dan sopir truk langsung berhamburan menyelamatkan diri.
“Tujuh orang terjebak setelah lahar hujan menerjang lokasi sehingga menyebabkan putusnya jalur tambang. Tujuh orang tersebut berhasil mengamankan diri disebelah timur sungai kali Gendol. Tiga 3 orang yang disebelah barat lari mencari bantuan untuk menyelamatkan rekannya itu,” ucap Nidia.
Saat ini, lanjut Nidia, kondisi truk yang biasa mengangkut material pasir itu masih dalam keadaan utuh. Namun, kata truk tidak bisa kemana-mana lantaran jalan masih tertutup aliran air.
“Tadi saya sudah cek ke lokasi. Kondisi kendaraan tidak apa-apa. Namun, belum bisa dievakuasi lantaran jalan masih terputus aliran sungai. Untuk korban alhamdulilah selamat semuanya,” pungkas Nidia Ratih. (yal/jal)
Discussion about this post