PULUHAN sapi yang ada di Kabupaten Sleman, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan positif terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).
Puluhan hewan ternak yang dinyatakan positif PMK tersebut tersebar di berbagai Kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman.
Plt Kepala Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Suparmono mengatakan, hingga saat ini sudah 21 hewan ternak yang dinyatakan positif PMK.
“Laporan terakhir yang kami terima itu sudah sekitar 21 hewan ternak di Sleman yang positif PMK,” ujarnya saat di temui di kasawan Seyegan, Rabu 8 Juni 2022.
Menurutnya, hewan ternak yang dinyatakan positif PMK tersebut sebelumnya telah menjalani tes polymerase chain reaction (PCR).
“Kalau hewan ternak yang terindikasi PMK itu banyak. Lebih dari 800 hewan,” jelasnya.

Ia mengatakan, hewan ternak yang terkena PMK tersebut sapi dan kambing.
“Hewan yang terkena PMK itu ada kambing dan sapi. Lokasinya berbeda ada Berbah, Pakem dan lain-lain,” pungkasnya.
Pedagang Sapi Rugi Hingga Rp 50 Juta
Sementara itu, pedagang sapi Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman H Jono Supreno mengaku mengalami kerugian hingga Rp 50 juta akibat sapinya terkena PMK.
Ia menjelaskan, pada 23 Mei lalu sebanyak 32 sapi miliknya sudah dinyatakan positif terkena PMK.
“Tanggal 23 Mei lalu diperiksa oleh petugas Puskesmas hewan Kecamatan Tempel ada 32 sapi saya yang dinyatakan positif PMK,” lanjutnya.
Setelah dinyatakan positif PMK, lanjut Jono, petugas Puskesmas Hewan setempat sudah datang memberikan obat-obatan.
“Petugas sudah datang kesini untuk melakukan pemeriksaan pada sapi. Sudah dikasih obat juga,” ungkap dia.
Pedagang yang sudah berjualan sapi sekitar 40 tahun itu menjelaskan, menjelang hari raya Idul Adha ini pihaknya sudah menerima pesanan sebanyak 100 ekor sapi.
“Lebaran haji tahun ini saya sudah menerima pesanan 100 ekor sapi. Saat ini baru tersedia sekitar 32 ekor sapi,” ungkap Jono.

Kata dia, akibat penyakit mulut dan kuku yang menyerang sapinya ia menanggung kerugian hingga puluhan juta.
“Kerugian ya sekitar Rp 50 juta,” ucapnya.
Ia mengungkapan, didaerahnya sekitar 100 ekor sapi milik warga terindikasi penyakit PMK.
“Ya kalau di Nglengkong Lor sendiri kurang lebih ada 100 ekor sapi ada mas (positif PMK),” pungkasnya. (fat/tan)
Discussion about this post