TERSANGKA penusukan temannya sendiri, MN (33) warga Pleret Bantul, mengaku melakukan aksinya tersebut lantaran korban, DV, warga Pleret Bantul, hendak menusuknya terlebih dahulu.
Menurut pengakuan tersangka, saat itu dirinya akan ditusuk korban menggunakan sebilah keris.
“Saya mau ditusuk dulu, kemudian ngeluarin keris itu,” kata MN saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Selasa (11/2/2025).
Tersangka yang merupakan residivis ini kemudian lari menuju rumahnya mengambil pedang. “Kalau saya tidak lari, saya yang ditusuk. Saya kemudian lari ambil pedang,” ujarnya.
Terkait motif tersangka tega menusuk korban, karena menurut tersangka, korban hendak mengambil dompetnya yang tersimpan di saku celana belakang. “Dia mau mengambil dompet saya,” kata dia.
Keduanya kemudian terlibat cekcok di bawah pengaruh miras, duel maut terjadi dan korban mengalami luka tebasan di kepala dan luka tusuk pada perut. “Saya tebas sama saya tusuk,” kata MN.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bantul, Iptu Iqbal Satya Bimantara, mengatakan kasus yang melibatkan dua warga Pleret itu berawal saat MN yang dalam kondisi mabuk mendatangi rumah korban pada Jumat (17/1/2025) petang. Saat itu, korban meminta kepada pelaku untuk membelikan minuman keras. Minuman keras tersebut kemudian diminum oleh keduanya. Lalu korban meminta kepada pelaku untuk membelikan rokok dan dibelikan oleh pelaku.
“Lalu, korban yang dalam kondisi mabuk berat hendak pulang menggunakan sepeda motor, tapi tidak bisa menstarter motornya. Oleh MN, korban dibantu untuk menstarter motornya,” ungkapnya.
Saat korban menaiki sepeda motor, korban diduga meraba saku milik pelaku dan diduga hendak mengambil dompet milik pelaku.
“Sehingga mengakibatkan cek-cok antara keduanya. Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah mengambil senjata tajam jenis pedang untuk berkelahi, dan membuat korban mengalami luka di bagian perut serta kepala,” jelasnya.
Lalu, datanglah W, saksi yang menolong dan membawa korban ke Rumah Sakit Permata Husada. Karena peralatan kurang memadai, korban pun dirujuk ke RSPAU Hardjolukito untuk penanganan medis.
“Lalu pada Minggu (19/1/2025) Polsek Pleret mendapatkan informasi bahwa korban telah meninggal dunia,” ungkapnya. (fis/kar)
Discussion about this post