Inilah Jogja
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Terkini
    • Sleman
    • Bantul
    • Kota Yogya
    • Gunung Kidul
    • Kulon Progo
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Internasional
  • Panemumu
  • Jepretanmu
  • Plesiran
INDEKS
  • Beranda
  • Terkini
    • Sleman
    • Bantul
    • Kota Yogya
    • Gunung Kidul
    • Kulon Progo
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Internasional
  • Panemumu
  • Jepretanmu
  • Plesiran
No Result
View All Result
Inilah Jogja
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Meningkat, Angka Kejadian Myopia

Pentingnya Akses terhadap Kesehatan Mata

10 Oktober 2022
3 min read
0
Meningkat, Angka Kejadian Myopia

PENGLIHATAN kabur karena rabun jauh (myopia) adalah penyebab tersering dari kasus gangguan refraksi. “Dan banyak terjadi pada usia muda,” terang Prof Dr Suhardjo, SU, Sp.M(K) dari Divisi Oftalmologi Komunitas FKKMK UGM Yogyakarta, Senin (10/10/2022).

Diperkirakan ada 157 juta orang dari populasi dan mengalami myopia dengan 3 juta memasuki kategori buta dengan jarak pandang kurang dari 2 meter. “Jika tanpa koreksi alat bantu membaca,” kata Prof Dr Suhardjo, SU, Sp.M(K).

Menurutnya, sejak pandemi Covid-19, terjadi peningkatan yang signifikan pada angka kejadian myopia. Selain itu, juga ada peningkatan progresivitas myopia, peningkatan ukuran minus 1,2 sampai -0,35 per tahun.

BACA JUGA

GRIB Jaya DIY akan Terus Membantu Masyarakat, dan Bersinergi dengan Pemerintah dan TNI/Polri

Layanan Patologi Anatomi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Bakal Digelar, Pameran Makanan Seru

Diterangkan Prof Dr Suhardjo, SU, Sp.M(K), Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) adalah momen penting yang dirayakan setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran penduduk dunia akan berbagai permasalahan penglihatan dan kebutaan.

Momen tersebut diperingati setiap hari Kamis minggu kedua bulan Oktober. Sehingga tahun ini dilaksanakan pada 13 Oktober 2022 dengan tema “Love Your Eyes”.

“Kita harus mencintai kedua mata dengan menjaga kesehatan mata agar penglihatan terjaga baik,” ungkap Prof Dr Suhardjo, SU, Sp.M(K).

Bagi Suhardjo, kesehatan tidak hanya menjadi faktor yang berpengaruh terhadap pendidikan, pekerjaan dan kualitas hidup. “Tapi juga berdampak pada angka kemiskinan dan berbagai problem lain yang diangkat dalam Sustainable Development Goals,” papar Suhardjo.

Masyarakat dunia diharapkan bisa turut mendorong pemerintah, korporasi, institusi dan semua individu untuk secara aktif menyuarakan pentingnya akses terhadap kesehatan mata.

Data dari The International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) tahun 2020, 1,1 miliar orang di dunia memiliki gangguan penglihatan, yang diprediksi akan naik menjadi 1,7 miliar pada 2050. “Hal tersebut terjadi jika tidak ada upaya pencegahan,” kata Suhardjo.

Di Asia Tenggara dilaporkan ada 13,9 persen dari penduduk memiliki gangguan penglihatan dan 0,9 persen mengalami kebutaan.

Dikatakan Suhardjo, edukasi terkait “20-20-20 rule” perlu disebarluaskan, yang dilakukan tidak hanya oleh tim kesehatan. “Tapi juga oleh orang tua dan pemegang kebijakan sekolah,” katanya.

Setiap durasi 20 menit melihat layar atau membaca, ambil waktu beristirahat selama 20 detik untuk melihat objek sejauh 20 kaki atau 6 meter. “Untuk mengistirahatkan mata kita,” kata Suhardjo.

Kata Suhardjo, orang tua juga harus didorong untuk membatasi waktu anak berada di depan layar saat berada di rumah.

Sementara itu, Sardjito Eye Center — Pusat Pelayanan Kesehatan Mata RSUP Dr Sardjito Yogyakarta — menghadirkan dokter spesialis dan subspesialis mata dengan didukung sarana pemeriksaan canggih untuk penanganan permasalahan mata.

Tidak hanya memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif. Sardjito Eye Center juga aktif dalam upaya preventif dengan cara edukasi dan menggalakkan pemeriksaan skrining. “Sebagai upaya mendeteksi secara dini penyakit gangguan penglihatan,” ungkap Suhardjo.

Bekerjasama dengan Departemen Ilmu Kesehatan Mata dan Departemen Kedokteran Keluarga Layanan Primer, FKKMK UGM, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) DIY dan Lions Club Manggala Mataram, RSUP Dr Sardjito berpartisipasi dalam semangat World Sight Day 2022, yang ditutup dengan operasi katarak gratis bagi masyarakat Gedangsari, Gunungkidul, desa binaan FKKMK UGM.

Divisi Oftalmologi Komunitas FKKMK UGM berharap, masyarakat dapat memahami pentingnya kesehatan mata. “Dan mulai menyayangi mata dengan rutin memeriksakan mata, terutama bagi yang memiliki faktor risiko gangguan penglihatan,” kata Suhardjo.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga akan terus dilakukan Divisi Oftalmologi Komunitas Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKKMK UGM bekerjasama dengan Perdami DIY dan RSUP Dr Sardjito melalui Sardjito Eye Center.

“Hal tersebut untuk mencapai masyarakat dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan mata,” terang Suhardjo.

Ditambahkan Suhardjo, Sardjito Eye Center siap menjadi pusat rujukan layanan kesehatan mata yang unggul dan terintegrasi. (Fan)

Tags: Divisi Oftalmologi Komunitas FKKMK UGMkesehatanProf Dr Suhardjo SU Sp.M(K)UGMUniversitas Gadjah Mada
ShareTweetSend

Related Posts

Jumat, Jokowi Kumpul Bareng Relawan di Tugu Proklamasi
Headline

Polemik Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Harus Dituntaskan

13 April 2025
Jokowi: Siapa Menuduh Ijazah Palsu Dia Harus Membuktikan
Headline

Jokowi: Siapa Menuduh Ijazah Palsu Dia Harus Membuktikan

12 April 2025
Korban Penipuan Umroh di Yogya jadi 83 Orang
Headline

Polda DIY Belum Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual di UGM

10 April 2025

Discussion about this post

Populer

  • Polda DIY Bongkar Penipuan Miliaran Rupiah Berkedok Perjalanan Umroh

    Polda DIY Bongkar Penipuan Miliaran Rupiah Berkedok Perjalanan Umroh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Gratis di SMK Mandiri 02 & SMA Mandiri Balaraja Patut Dicontoh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT Arka Daya Dhaksinarga Resmi Berdiri di Kawasan Industri Kulonprogo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polresta Yogyakarta Tutup Outlet 23

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Pekerja Kontruksi Bantul Geruduk Kantor Merak Jaya Beton dan ULP Kabupaten Bantul

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

10 Makam Warga Non Muslim di Yogya Dirusak Orang Tak Dikenal

10 Makam Warga Non Muslim di Yogya Dirusak Orang Tak Dikenal

18 Mei 2025
10 Tahun Mangkrak, Bupati Kotabaru Lanjutkan Pembangunan RSUD Stagen 

10 Tahun Mangkrak, Bupati Kotabaru Lanjutkan Pembangunan RSUD Stagen 

17 Mei 2025
Luar Biasa! Film Sejarah Batang Tembus 25 Ribu Penonton

Luar Biasa! Film Sejarah Batang Tembus 25 Ribu Penonton

17 Mei 2025
Lagi, UAD Kukuhkan 3 Guru Besar

Lagi, UAD Kukuhkan 3 Guru Besar

17 Mei 2025
Prabowo Resmikan Produksi Perdana Lapangan Minyak Forel dan Terubuk di Natuna

Prabowo Resmikan Produksi Perdana Lapangan Minyak Forel dan Terubuk di Natuna

16 Mei 2025
Inilah Jogja

Semangat "Jogja Kembali". Menampilkan berbagai berita yang ada di Yogyakarta. Mencerdaskan masyarakat Yogyakarta melalui program membaca.

Kategori

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak
  • Indeks

© 2020 Inilahjogja

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Terkini
    • Sleman
    • Bantul
    • Kota Yogya
    • Gunung Kidul
    • Kulon Progo
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Internasional
  • Panemumu
  • Jepretanmu
  • Plesiran

© 2020 Inilahjogja