LEDAKAN dari bahan baku petasan yang terjadi di Dusun Plosokuning V, Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Jumat pagi tergolong low eksplosive.
Hal itu dikatakan Wakil Komandan Gegana Sat Brimob Polda DIY AKP Suripto usai timnya melakukan oleh TKP di lokasi.
“Ita tergolong low eksplosive,” ujar Ripto.
Ia menambahkan, dari hasil olah TKP didapatkan tiga bahan baku untuk membuat petasan.
“Kita temukan ada tiga bahan dasar pembuat petasan. Ada unsur sulfur, florat dan arangnya,” kata dia.

Ia menjelaskan, dari keterangan yang didapatkan sedikitnya ada dua kilogram bahan baku pembuat petasan dirumah tersebut sebelum terjadinya ledakan hebat.
“Dari keterangan itu ada dua kilogram,” pungkas Ripto.
Pagi tadi sekira pukul 07:45 WIB warga bernam Munadi yang terletak di Dusun Plosokuning V, Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta rata dengan tanah akibat ledakan bahan petasan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, namun, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Pantauan InilahJogja.com dilapangan, rumah yang berukuran sekitar 6 meter kali 8 meter itu rata dengan tanah. Rumah dari bahan batu bata merah itu tampak hancur di semua sudut.
Atap rumah yang terbuat dari genteng pun hancur tak bersisa. Bahkan, kaca jendela dua rumah yang tetap didepan terjadinya ledakan juga turut pecah.
Menurut Ketua RW 09 Plosokuning V Sarmidi, akibat ledakan itu sekitar enam rumah warga terkena dampaknya.
“Kerusakan itu ada kaca jendela yang pecah dan lainnya,” ungkapnya.
Ia mengaku, pesta petasan sudah seperti tradisi bagi warga Plosokuning saat perayaan lebaran.
“Karena biasanya kalau saat lebaran Plosokuning itu kayak pesta mercon,” pungkas Sarmidi. (kaf/zil)
Discussion about this post