Kuota Haji di Sleman Tahun 2022 Turun 52 Persen

Pelayanan haji umroh di kantor Kemenag Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Selasa 17 Mei 2022. @ foto InilahJogja

SEBANYAK 547 calon jamaah haji dari Kabupaten, DI Yogyakarta akan berangkat pada tahun 2022 ini.

Pada tahun 2019 lalu jamaah haji dari Kabupaten Sleman yang berangkat ke tanah suci sebanyak 1.925 orang. Sedangkan, pada tahun ini hanya 547 calon jamaah yang akan berangkat ke kota Mekkah tersebut.

“Jika dibandingkan tahun 2019 lalu terjadi penurunan sekitar 52 persen,” demikian dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Penyelanggaraan Haji dan Umroh Kabupaten Sleman, Sholikhan Amin, saat ditemui InilahJogja.com, dikantornya, Selasa 17 Mei 2022.

Ia menjelaskan, saat ini calon jamaah haji tersebut sedang berproses guna melunasi biaya haji dan administrasi lainnya.

“Karena pelunasan baru dimulai tanggal 9 dan terakhir 20 Mei, sehingga, data fiks nya nanti mungkin tanggal 21 Mei baru kita bisa lihat,” ungkapnya.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelanggaraan Haji dan Umroh Kabupaten Sleman, Sholikhan Amin. @ foto InilahJogja

Ia mengungkapkan, ada 32 calon jamaah haji di Kabupaten Sleman yang gagal berangkat lantaran terpentok aturan dari Arab Saudi terkait batasan usia maksimal 65 tahun.

“Ada 32 calon jamaah haji yang terpentok batas usia maksimal 65 tahun dari Arab Saudi. Ditambah lagi, ada dua orang calon jamaah haji meninggal dunia. Jadi totalnya ada 34 sampai dengan hari ini,” ujar Amin.

Ia menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Sleman guna kelancaran calon jamaah haji yang akan berangkat.

“Diantaranya, persiapan vaksin lengkap bagi calon jamaah. Kami juga telah berkoordinasi dengan imigrasi soal paspor yang expired dan sekarang sudah kami perbaiki nanti tinggal kita kirim ke kantor wilayah,” urai Amin.

Terkait bimbingan calon jamaah haji, menurutnya, ditingkat Kabupaten akan dimulai pada tanggal 21Mei mendatang.

“Sedangkan untuk tingkat Kecamatan atau Kapanewon akan menyusul. Karena, jamah haji yang jumlahnya kurang dari 45 itu harus digabung dengan Kapanewon lain,” tegasnya.

Lebih lanjut Amin mengungkapkan, hingga saat ini 260 an calon jamaah haji telah melunasi biaya haji.

“Baru sekitar separo ya. Insyaallah sampai dengan tanggal 20 nanti semuanya bisa diselesaikan kecuali mereka yang akan menunda keberangkatannya pada tahun ini,” pungkasnya.

Nur Edi, salah satu calon jamaah haji dari Kapanewon Gamping mengaku, pelayanan haji dan umroh di Kabupaten Sleman sudah cukup bagus.

“Alhamdulillah pelayanan haji di Kemenag Sleman ini sudah lumayan bagus. Apa yang kita butuhkan bisa dilayani dengan bagus,” urainya.

Pria yang akan berangkat haji bersama istrinya itu mengaku, seharusnya ia berangkat pada tahun 2020 lalu.

“Namun, karena pandemi semuanya mundur. Mudah-mudahan bisa tahun ini,” kata Nur Edi.

Dirinya mendukung langkah pemerintah Indonesia yang membatasi usia calon jamaah haji berusia maksimal 65 tahun.

“Setahu saya aturan itu kan dari Arab Saudi. Mau gak mau pemerintah Indonesia harus mengikuti aturan itu,” demikian Nur Edi. (gah/yul)

Exit mobile version