DUA orang wisatawan kakak beradik warga Jalan Gedong Kuning Nomor 58, Kotagede, Yogyakarta terseret ombak di pantai Glagah Kulonprogo, Minggu (27/3/2022) pagi.
Saat kejadian itu ombak sedang besar dan pengunjung pun sudah diingatkan agar tidak mandi di pinggir pantai Glagah.
Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta L Wahyu Efendi saat dihubungi membenarkan ihwal dua orang yang terseret ombak itu.
Ia mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari Koordinator SAR Satlinmas wilayah 5 pantai Glagah jika ada dua wisatawan terseret ombak.
Ia menjelaskan, saat itu korban bernama Ivander Tristan Zahwan (9) warga Jalan Gedong Kuning No 58, Kotagede, Yogyakarta sedang duduk dipinggir pantai.
“Tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret tubuhnya,” kata Wahyu.
Sesaat kemudian, korban bernama Oktafiansah Rahmadan Zahwan (18) warga Jalan Gedong Kuning Nomor 58, Kotagede, Yogyakarta yang saat itu sedang duduk disamping adiknya berusaha menolong. Namun, tubuh adiknya sudah terseret arus ketengah.
“Kedua korban ini adalah kakak adik. Karena teseret ombak keduanya langsung terseret arus ketengah laut,” ungkapnya.
Mendapat laporan tersebut, kata dia, kantor Basarnas Yogyakarta memberangkatkan satu tim dari unit siaga Basarnas Kulonprogo yang dilengkapi dengan peralatan water rescue.
“Setelah sampai dilokasi tim rescue langsung berkordinasi dengan SAR Satlinmas wilayah 5 Glagah dan Ditpolair Polda DIY,” jelasnya.
Sementara, Kordinator SAR Satlinmas wilayah 5 Glagah Aris Widyatmoko mengatakan, saat itu petugas sudah mengingatkan wisawatan agar tidak mandi dilaut.
“Karena ombak sedang besar kami terus mengingatkan wisatawan agar tidak mandi maupun bermain ditepi laut. Saat ini korban masih dalam pencarian petugas,” ungkapnya. (tia/daf)
Discussion about this post