AKIBAT hujan deras dan kencangnya aliran sungai. Jembatan penghubung antar kampung di Kapanewon Tempel, Sleman, DI Yogyakarta ambrol.
Kamis pagi, jembatan Ngemplak, yang terletak di kali Mlinting itu tetap bisa dilalui oleh warga untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari.
Jembatan dengan panjang sekitar tujuh meter dan lebar lima meter tersebut terlihat ambrol dengan kedalaman sekitar 45 centimeter. Bahkan, pondasi jembatan yang terendam air tersebut terlihat retak dari atas hingga bawah.
Hingga kini, jembatan yang ambrol sejak akhir Mei lalu tak kunjung diperbaiki lantaran kurangnya anggaran dari pemerintah Kalurahan setempat.

Jika tak kunjung diperbaiki. Ambrolnya jembatan itu dikhawatirkan akan semakin melebar sehingga membahayakan pengguna yang jalan melintas.
Ulu-ulu Kalurahan Sumberrejo Suprojo berharap, pemerintah pusat maupun daerah segera turun tangan dan memberikan bantuan untuk pembangunan jembatan yang ditaksir menghabiskan anggaran hingga Rp 1,4 Miliar.
“Akhir Mei lalu kan ada hujan deras tiga hari berturut-turut. Lantas, disitu tanggulnya jebol dan menghantam pondasi jembatan hingga mengakibatkan ambrol ini,” ujarnya kepada InilahJogja, Kamis 9 Juni 2022.
Ia mengatakan, jalan tersebut masih bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Namun, untuk roda empat sementara dilarang melintas.

“Ini jalur penghubung beberapa dusun. Biasa dilewati warga. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah. Karena pemerintah Kalurahan tidak mampu jika memperbaiki,” ungkap dia.
Kemarin, lanjutnya, sudah ada dari Dinas Pekerjaan Umum dan kontraktor yang memprediksi pembangunan menghabiskan dana Rp 1,2 Miliar hingga Rp 1,4 Miliar
Aska pelajar SD sekitar mengaku khawatir jika jembatan tak segera diperbaiki.
“Takut ambrol (jembatannnya),” ujarnya saat melintas di jembatan itu. (gah/zil)
Discussion about this post