JURU kampanye politik Relawan Perempuan Pilih Ganjar (Pijar) Meidya Amora mengatakan, sejak berdiri sejak pada 1 September 1948 hingga saat ini, tentu sudah banyak suka duka yang mewarnai sejarah perjalanan Polisi Wanita Indonesia (Polwan).
Hal itu dikatakan Meidya Amora ketika Polwan berusia 75 tahun pada tanggal 1 September 2023.
Menurutnya, dalam usianya yang ke 75 sudah bisa dipastikan, bahwa Polwan bukanlah sekedar hiasan atau pajangan dalam tubuh Polri. Karena, tidaklah mudah untuk bertahan jika Polwan tidak memiliki kualitas dan kemampuan yang mumpuni.
“Polwan diharapkan dapat bersaing dan sejajar dengan Polisi pria yang ‘mungkin’ jumlahnya lebih banyak. Tetapi, kita semua mengetahui bahwa; jumlah bukanlah suatu tolak ukur keberhasilan. Karena, kualitas dan kemampuan yang mumpuni adalah tolak ukur keberhasilan yang sesungguhnya,” katanya Sabtu 2 September 2023.
Dijelaskan Amora, tidaklah mudah untuk menjadi Polwan. Karena, ditengah kewajibannya untuk mengabdi Polwan yang sudah berumah tangga harus juga mengurusi suami dan anak-anaknya dirumah.
“Mungkin hal seperti itu agak sulit dilakukan oleh Polisi pria dalam rumah tangga,” kata dia.
Masih menurut Mira, tidaklah salah dan tidak berlebihan juga, jika kita mengapresiasi peran Polwan di Indonesia. Karena, pilihan mereka untuk menjadi Polwan bukanlah suatu pilihan yang mudah dan tidak gampang untuk dijalani.
“Tidak menutupi kemungkinan, kelak Polri akan dipimpin oleh seorang Polwan. Atau, dengan kata lain seorang Polwan bisa saja menjabat sebagai Kapolri. Karena, bagi manusia itu terlihat tidak mungkin tetapi bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. Oleh karena itu, Polwan tetaplah tangguh dan teruslah bersinar,” demikian Meidya Amora. (gaf/kus)
Discussion about this post