DUA orang remaja diduga pelaku kejahatan jalanan alias klitih ditangkap warga dan polisi di Jalan Titibumi, Banyuraden, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta dinihari tadi sekitar pukul 01:30 WIB.
Satu orang pelaku berhasil kabur dari kejaran petugas dan warga yang saat itu sudah berkumpul dilokasi.
Dari tangan pelaku petugas mendapati dua senjata tajam jenis celurit berukuran besar yang telah diselipkan dibalik jaketnya.
Kapolsek Gamping Kompol B Muryanto saat ditemui di kantornya mengatakan, dua pelaku diduga klitih yang sudah dibekuk berinisial JSH (16) dan BAW (20).

Muryanto menjelaskan, JSH merupakan warga Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping masih berstatus sebagai seorang pelajar di provinsi Yogyakarta
“Sedangkan, BAW (20) warga Cebongan Baru, Ngestiharjo, Kasihan Bantul,” ujarnya, Selasa 5 April 2022.
Ia menceritakan, saat itu rombongan pelaku sedang mengendarai satu sepeda motor dan berboncengan tiga.
“Sebagai jongkinya adalah JSH. Sedangkan BAW duduk paling belakang dan menyimpan celurit. Sementara, satu pelaku berinisial MFI (18) warga Kasihan Bantul yang saat itu duduk ditengah dan menyimpan celurit berhasil kabur. Saat ini MFI masih kita buru,” ungkapnya.
Awalnya, menurut Muryanto, ketiga pelaku dikejar oleh pengendara mobil yang sedang melintas. Tak terima dikejar, pelaku pun langsung tancap gas dan akhirnya menabrak pembatas jalan.

“Pelaku ini awalnya rombongan. Mereka lebih dari 10 orang. Karena curiga warga mengejar dan akhirnya satu pengendara terjatuh dan ditemukan dua celurit, yang disimpan dibalik jaketnya,” ungkap Muryanto.
Menurutnya, pelaku JSH saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh petugas.
“Sedangkan untuk BAW masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping akibat terjatuh dari sepeda motor dan akan dilakukan operasi dibagian kaki. Sedangkan, satu pelaku lagi masih kita kejar, keberadaannya,” jelasnya.
Kepada pemilik senjata tajam, lanjut Muryanto mereka akan dijerat dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara.
Pelaku JSH kepada wartawan mengaku, awalnya ia hanya diajak oleh rekannya akan bermain perang sarung untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.
“Awalnya, saya hanya diajak oleh dua teman yang saya boncengin itu untuk perang sarung. Saat itu saya bersama 14 pengendara sepeda motor lainnya. Namun, mereka tidak saya kenal,” ungkap JSH.
Saat melintas di lokasi, tiba-tiba JSH mengaku dikejar sebuah mobil dan dilempar batu oleh warga.
“Saya panik dan langsung tancap gas hingga akhirnya menabrak pembatas jalan itu,” tegasnya. (fat/zil)
Discussion about this post