KETUA umum Relawan Jokowi alias ReJO HM Darmizal MS menilai, beda pilihan dalam Pilpres yang digelar setiap lima tahun adalah hal yang biasa.
Perbedaan itu, katanya, tidak perlu dibarengi sakit hati. Apalagi, saling membenci satu sama lain.
“Beda pilihan, adalah hal yang wajar dan sangat lumrah. Bahkan dalam satu keluarga inti. Seorang suami menjadi team inti dari pasangan Capres Prabowo Gibran dan istrinya team inti dari pasangan Ganjar Mahfud. Pasangan keluarga ini tetap harmonis dan bahagia dalam kehidupan keseharian keluarganya. Hal yang patut dicontoh, bahwa pesta demokrasi dapat dijalani dengan riang gembira, guyub, rukun dan saling menghormati atas pilihan masing-masing. Karena pesta demokrasi 5 tahunan adalah satu keniscayaan yang harus dijalankan sebagai kewajiban melaksanakan perintah UUD 1945 atau konstitusi negara Indonesia,” kata Darmizal Minggu 29 Oktober 2023.
Ia menceritakan, tahun 2014, dirinya merupakan Ketua umum Joksan Centre, bersama Jenderal Joko Santoso berjuang untuk menangkan Prabowo Hatta. Yang menang Jokowi JK.
“Pada tanggal 6 Mei 2018, aku berhenti dari pimpinan Komisi Pengawas Partai Demokrat bersamaan dengan deklarasi lahirnya relawan jokowi disingkat ReJO. Kita seiring sejalan bahu membahu, saling berangkulan, saling menguatkan dan bergandeng tangan erat menghantar kemenangan Jokowi untuk memimpin Indonesia pada periode kedua bersama Prof Dr KH Ma’ruf Amin,” ujarnya.
Kini, lanjut pria berdarah Minang ini, kita menjemput pemilu 2024, Prabowo berpasangan dengan Gibran, Walikota Surakarta, putra sulung pak Jokowi. Mas Ganjar berpasangan dengan Prof Mahfud MD dan mas Anis Baswedan berpasangan dengan cak Imin atau Muhaimin Iskandar.
“Dalam menyambut pemilu 2024 ini, menurut hemat saya, beberapa organ relawan telah terpolarisasi kepada 3 kandidat tersebut. Ada yang telah bergabung kepada salah satu pasangan dengan membentuk organ baru atau mendukung salah satu pasangan dengan organ yang sudah ada sebelumnya. Bahkan ada juga yang masih menunggu moment atau mengkaji kemana pilihan akan dijatuhkan,” ungkapnya.
Khususnya di ReJO, masih menurut Darmizal, organ yang telah kita bentuk berdasarkan kekerabatan dan ikatan emosional yang di struktur kan. Telah mampu bergerak lincah dan memberi pengaruh kuat dalam gerakan pemenangan Jokowi Amin pada Pilpres 2019.
“Bahkan hingga saat ini harmoni antar sesama kita masih terjaga dan tentu akan tetap dipertahankan walau sudah beda pilihan pada pilpres 2024,” ucap Darmizal.
Dijelaskan Darmizal, dalam Pilpres pilihan padangan presiden dan wakil presiden
ada ditangan pribadi masing-masing.
“Apakah mendukung mas Prabowo-Gibran, Ganjar-Mahfud atau mas Anis-Cak Imin. Ambilah pilihan yang ada sesuai dengan analisa atau feeling teman teman sekalian,” jelasnya.
Dirinya berharap, tetap menjaga silaturrahim, tetap saling menopang, asah asih dan asuh. Bagi yang telah menetapkan pilihan, berjuanglah dengan semangat tinggi, bekerja tanggap, tangguh dan tanggon.
“Selesai Pemilu ajaklah teman yang calonnya belum beruntung, kembali bersatu sebagai anak bangsa yang kompak karena negeri ini harus dibangun dalam kebersamaan dan kerukunan. Sampaikan program unggulan pilihannya tanpa harus melecehkan apalagi menghinakan pilihan yang lainnya,” tegasnya.
Dirinya pun meminta maaf jika tidak bisa mendukung pasangan capres-cawapres sesuai keinginan rekan seperjuangannya dulu.
“Mohon maaf atas berbagai kekurangan. Kelebihan dan keunggulan teman teman sekalian menjadi catatan tinta emas dalam sanubari dan fikiranku. Kita adalah saudara sebagai warga sari negara yang sangat kaya ini, tidak akan terpisah hanya karna beda pilihan apalagi propaganda,” ungkap Darmizal.
Dirinya menganggap, ujung dari perjuangan politik adalah mewujudkan kemajuan bangsa dan kemakmuran rakyat melalui pembangunan berkelanjutan dalam segala hal.
“Terkadang, saya bertanya dan protes pada diri sendiri. Bukankah ujung dari perjuangan politik adalah mewujudkan kemajuan bangsa dan kemakmuran rakyat melalui pembangunan berkelanjutan dalam segala hal. Sehingga dengan demikian, saya tidak perlu baperan dalam perjuangan politik yang hanya sesaat ini,” demikian Darmizal. (fad/kus)
Discussion about this post