PARTAI Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY semakin gencar menyerang Yusril Ihza Mahendra yang ditunjuk sebagai kuasa hukum untuk menggugat AD/ART hasil Kongres tahun 2020.
Salah satu petinggi Demokrat kubu AHY, Andi Arief menyebut, jika Yusril awalnya pernah menawarkan jasa untuk membela partai Demokrat kubu Ketua Umum AHY.
Karena pihak AHY tak mampu membayar Yusril Rp100 miliar akhirnya Ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu berpaling ke kubu Moeldoko.
“Kami cuma tidak menyangka karena Partai Demokrat tidak bisa membayar tawaran anda 100 Milyar sebagai pengacara, anda pindah haluan ke KLB Moeldoko,” cuit Andi dalam akun Twitter @Andiarief__ yang dikutip Inilahjogja.com, Rabu 29 September 2021.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) partai Demokrat ini menambahkan, pihaknya tak akan gentar menghadapi gugatan judicial review atau uji materi AD/ART Partai Demokrat ke MA.
“Begini Prof @Yusrilihza_Mhd, soal gugatan JR pasti kami hadapi. Jangan khawatir,” ciutnya lagi.
Diketahui, Yusril Ihza Mahendra menggugat AD/ART partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA) setelah ditunjuk empat kader Demokrat kubu Moeldoko. (fat/lif)